Bagi anak-anak MADU diasosiasikan dengan salah satu nutrisi favorit nya.
Bagi bapak-bapak MADU diasosiasikan dengan puber kedua-ketiga-keempat nya.
Namun bagi sebagian manusia, MADU bermakna jauh diatas segala nya.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَلَهُ، قَالُوا : يَا رَسُولَ الله وَمَا عَسَلُهُ ؟ قَالَ : يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ
"Apabila Allah Menghendaki "Kebaikan" kepada seorang hamba, "niscaya" Allah pun akan memberikan madu untuknya" Para Sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, Apakah maksudnya Allah "Memberinya MADU ?!" Maka Beliau Pun Menjawab : "Allah akan 'memberikannya' Taufiq utk beramal shalih (Sebelum kematiannya) kemudian 'mencabut nyawanya' saat ia sedang melaksanakan amal shalih"(HR Ahmad no. 17784, Ibnu Hibban no. 342, Al-Hakim 1258 dan Ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath no.3298, hadits dari 'Amr bin al-Hamiq)
إذا أرادَ اللهُ بعبدٍ خيرًا استعملَه ، فقيل : كيف يستعملُه يا رسولَ اللهِ ؟ قال : يوفِّقُه لعمَلٍ صالحٍ قبلَ الموتِ
Apabila ALLAH menghendaki kebaikan pada seorang Hamba, maka Allah akan "memanfaatkannya". Para Sahabat pun bertanya : "Bagaimanakah ALLAH akan memanfaatkannya, wahai Rasulullah ?" Beliau bersabda > "ALLAH memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum ia wafat (HR. Ahmad 12055, & at-Tirmidzi no. 2142, Ibnu Hibban no. 341 dan juga al-Hakim no. 1257, hadits dari Anas bin Malik)
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ
"Ya ALLAH, jadikan sebaik-baik umurku pada "penghujungnya". Dan sebaik-baik amalku pada "penutupnya". Dan jadikan sebaik-baik hariku, di hari aku berjumpa dengan-Mu kelak"
✍ Catatan Kajian Ustadz Najmi Umar Bakkar # 9 Rabiul Awal 1448H # Al Hakim Tangerang