8/22/2026

KENAPA PINTU TAUFIQ TERTUTUP ?

Hidayah itu ilmu, petunjuk, & kebenaran. Untuk bisa mengamalkan hidayah maka butuh kepada taufiq, yaitu kekuatan dan kemampuan, agar BISA "melaksanakan" hidayah dan berbagai bentuk ketaatan...

Allah akan semakin 'Membukakan' Pintu TAUFIQ bagi hamba-Nya, apabila hamba itu terlihat "bersungguh-sungguh" dalam beriman dan beramal shalih, keikhlasan, mengikuti sunnah, dan selalu bertaubat, serta "lebih cinta kepada negeri Akhirat" daripada kehidupan dunia yang fana......

Sehingga hamba itu pun merasa mudah, ringan & tidak berat baginya untuk dapat melakukan "Berbagai Macam Ketaatan", baik perkara yang wajib maupun sunnah serta mudah dan ringan untuk Menjauhi berbagai jenis dosa dan kemaksiatan....

Tapi, Terkadang terlihat pada seseorang dimana tdk memiliki Kemampuan Untuk 'BISA' melakukan berbagai ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, meski dia sudah mengetahui ilmunya, hal ini dikarenakan pintu taufiq telah "tertutup" baginya, lalu mengapakah hal demikian bisa terjadi !?

Syaqiq bin Ibrahim رحمه الله berkata :

ﺃُﻏﻠﻖ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻦ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ : ﺇﺷﺘﻐﺎﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻨﻌﻤﺔ ﻋﻦ ﺷﻜﺮﻫﺎ، ﻭ ﺭﻏﺒﺘﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭ ﺗﺮﻛﻬﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ، ﻭ ﺍﻟﻤﺴﺎﺭﻋﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻭ ﺗﺄﺧﻴﺮ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ، ﻭ ﺍﻻﻏﺘﺮﺍﺭ ﺑﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭ ﺗﺮﻙ ﺍﻹﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﻔﻌﺎﻟﻬﻢ، ﻭ ﺇﺩﺑﺎﺭ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻳﺘﺒﻌﻮﻧﻬﺎ، ﻭ ﺇﻗﺒﺎﻝ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻣﻌﺮﺿﻮﻥ ﻋﻨﻬﺎ

"Pintu taufiq telah tertutup bagi manusia dalam enam perkara :

(1). Mereka sibuk dengan nikmat (Allah) daripada mensyukurinya *)

(2). Senang mencari ilmu, tetapi mereka tidak mengamalkannya

(3). Cepat melakukan dosa, namun suka lambat dalam bertaubat

(4). Terpedaya dalam 'Pergaulannya' dgn orang-orang shalih, namun dia tidak mau meneladani amalan mereka

(5). Ketika dunia 'Meninggalkan' mereka, tetapi mereka justru malah Mengejarnya

(6). Ketika akhirat telah datang menemui mereka, namun mereka justru "Berpaling Darinya" 

(Al-Fawaa-id Ibnul Qayyim al-Jauziyyah hlm. 177)

*) 5 ASAS SYUKUR DIBANGUN

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

بَلِ اللهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ 

"Beribadahlah hanya kepada ALLAH dan jadilah kamu Hamba Yg Bersyukur" (QS. Az-Zumar [39]: 66)

Syaikh 'Abdurrazzaq bin 'Abdul Muhsin al-'Abbad حفظه الله berkata :

Syukur itu dibangun di atas lima asas :

(1). Tunduk kepada Pemberi Nikmat

(2). Dengan mencintai-Nya (ALLAH)

(3). Mengakui bahwa nikmat yang kita dapatkan adalah pemberian-Nya

(4). Dengan menyanjung (memuji)-Nya

(5). Menggunakan nikmat untuk segala kebaikan yang diperintahkan oleh Sang Pemberi Nikmat (bukan untuk perkara2 yang dibenci oleh-Nya)

(Al-Fawaa-id Al-Mantsurah hlm 154-155)

✍ Catatan Kajian Ustadz Najmi Umar Bakkar # 9 Rabiul Awal 1448H # Al Hakim Tangerang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar