Tampilkan postingan dengan label harta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harta. Tampilkan semua postingan

11/12/2019

JANGANLAH IRI

Sufyan Ats-Tsauri -rahimahullah- mengatakan:

Wahai saudaraku, JANGANLAH IRI kepada ahli maksiat dengan kemaksiatan mereka

Dan jangan pula iri kepada mereka dengan GELIMANGAN NIKMAT yang ada pada mereka. 

Karena di hadapan mereka; ADA SEBUAH HARI yang kaki-kaki mereka akan terpleset, jasad-jasad mereka akan gemetar, rona wajah mereka akan berubah (pucat), waktu berdiri (menanti hisab) akan panjang, proses hisab amalan mereka akan SANGAT KERAS, dan hati-hati mereka di hari itu akan beterbangan hingga sampai ke kerongkongan-kerongkongan mereka!

Maka, bagaimana besarnya PENYELASAN mereka (ketika itu), atas maksiat-maksiat yang telah mereka lakukan dahulu. 

[Hilyatul Aulia: 7/24]

10/01/2018

Kisah Sepotong Roti

Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..
ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..

Suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..

Lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti
diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih..

Lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..

Lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..

Namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya..

Sumber : SalamDakwahCom

4/27/2017

Baru Seminggu Buka Usaha Langsung Tutup

Bismillah,

Tidak sulit mendapati orang buka usaha tempat makan, toko, warung kelontong, properti atau usaha lainnya, baru berjalan hitungan hari atau minggu ternyata sudah tutup karena tidak laku. Ada juga yang membuka usaha tapi bangkrut akhirnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa begitu sulit mencari rezeki?

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu, seperti kurang matangnya konsep sebelum memulai usaha, manajemen yang kurang baik dalam menjalankan rodanya, dan berbagai sebab lainnya.

Dalam tulisan ini, penulis hanya akan menyebutkan satu sebab saja, mengapa rezeki begitu sulit terbuka untuk mereka, melalui beberapa hadits berikut ini:

إن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

“Sesungguhnya seseorang benar-benar terhalang rezekinya akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad)

مطل الغني ظلم

“Menunda-nunda pembayaran bagi orang kaya (yang mampu melakukannya) adalah kezaliman (dosa).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud)

Mengkompromikan dua dalil di atas, kita tidak bisa pungkiri, bahwa seseorang akan susah menembus pintu rezeki, jika dia melakukan kezaliman dengan menahan hak orang lain yang ada pada dirinya, padahal dia mampu memberikan atau mengembalikannya.

Di antara bentuk nyatanya adalah:
Menunda, berpura-pura lupa atau bahkan sengaja tidak membayar cicilan/utangnya.
Menunda, berpura-pura lupa atau bahkan sengaja tidak membayar gaji karyawannya.
Menunda, berpura-pura lupa atau bahkan sengaja tidak membayarkan bagi hasil kepada rekan usahanya, bahkan curang dengan membagi tidak sesuai kesepakatan, agar dirinya mendapatkan lebih.

Begitulah sebagian orang. Mereka sibuk membangun usaha baru, toko baru, cabang baru, tapi tidak sibuk memikirkan orang lain yang menunggu-nunggu pengembalian uang dan pembayaran gajinya. Orang kadang bertanya, “Mengapa antum buka usaha ini, kredit ruko ini, beli pick up ini, beli perabot ini, buka cabang disini, sementara keuntungan usaha untuk saya belum antum bayarkan?”

Parahnya, orang akhirnya pulang dengan mengatakan, “Semoga Allah tidak memberikan keberkahan pada perdaganganmu! Semoga Allah bangkrutkan usahamu!”

Jadilah doa orang itu dikabulkan Allah karena memang doa orang yang terzalimi tidak ditolak-Nya. Camkan wahai pembaca!

Karenanya, kami tutup tulisan ini dengan nasehat melalui kutipan hadits Nabi yang mulia,

إن روح القدس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها، فاتقوا الله وأجملوا في الطلب، فإنه لا ينال ما عند الله إلا بطاعته

“Sesungguhnya Jibril membisikkan di benakku bahwa jiwa itu tidak akan mati sampai disempurnakan rezekinya. Karenanya bertakwalah kalian kepada Allah dan perbaikilah cara mencari rezeki itu, karena rezeki yang ada di sisi Allah tidak akan didapatkan kecuali dengan menjalankan ketaatan kepada-Nya.” (HR. Al-Hakim)

Oleh: Ustadz Muflih Safitra
http://pengusahamuslim.com/5875-baru-seminggu-buka-usaha-langsung-tutup.html

11/06/2015

LEBIH BERHARGA DARI 1 MILYAR PER HARI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُلِلّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَارِك

Pemirsa yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, apakah Anda pada saat ini sedang mencari sebuah pekerjaan?

Atau Anda tidak puas dengan penghasilan bulanan Anda lalu Anda ingin memperbaiki kondisi finansial dan penghasilan yang halal yang selama ini Anda terima.

Lalu Anda buka lembaran surat kabar yang berisikan informasi-informasi tentang lowongan pekerjaan.

Atau Anda buka internet di forum lowongan pekerjaan lalu Anda mendapatkan sebuah informasi bahwa ada sebuah pekerjaan halal yang menawarkan penghasilan yang begitu mencengangkan.

Perusahaan tersebut menawarkan penghasilan 200 juta sebulan misalnya dan pekerjaan itu cocok dengan latar belakang Anda.

Apakah Anda akan mengambil peluang itu, mengirim surat lamaran?

Apakah Anda akan tinggalkan pekerjaan anda yang lama?

Saya rasa kita semua tahu jawabannya.

Anda akan ambil peluang itu dan tidak menyia-nyiakannya.

Kenapa?

Jawabannya simpel.

Mendapatkan 200 juta sebulan dengan cara yang halal.

Pemirsa yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

Ada baiknya kita merenungkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi Wassalam di bawah ini.

Ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam menawarkan hal yang hampir serupa, jika kita aktualisasikan dengan bahasa kita.

Dalam sebuah hadist yang shahih, hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Nabi menawarkan sebuah penghasilan yang halal kepada para sahabatnya.

Mari kita simak bersama.

Beliau menyatakan, "Wahai sahabat, siapa diantara kalian yang berminat untuk pergi ke Buth-han dan 'Aqiq?

Apa itu Buth-han dan Aqiq? Buth-han dan Aqiq adalah dua pasar unta di dekat kota Madinah.

Dan mengapa Nabi Shallahu 'alaihi Wasallam menawarkan hal itu kepada para sahabatnya?

Mari kita simak lanjutan hadist tersebut

"Untuk mendapat dua unta Kaumawain dengan tanpa dosa dan tidak memutuskan tali silaturahim."

Dengan bahasa yang lebih sederhana, Nabi menawarkan dua unta Kaumawain dengan cara yang halal dan tidak menzhalimi orang lain.

Apabila kita berada di posisi sahabat, siapa diantara kita yang menerima tawaran tersebut?

Pemirsa jangan cepat-cepat menolak, karena unta Kaumawain adalah unta terbaik yang ada di muka bumi ini.

Dan apabila kita hargai dengan harga sekarang maka satu ekor bisa bernilai 500 juta lebih, Allahu Akbar!

Dan berapa ekor yang Nabi tawarkan?

Dengan dua unta Kaumawain.

Sebulan sekali? Tidak.

Nabi mengatakan "Setiap hari."

Anda pergi ke pasar unta tersebut untuk mendapatkan dua unta  Kaumawain.

Sekali lagi jika satu unta berharga 500 juta dan orang tersebut mendatanginya setiap hari sebagaimana tawaran dan saran Nabi, maka berapakah penghasilan dia satu bulan?

Kurang lebih tiga puluh miliar, karena satu hari 1 M.

Siapa tidak berminat?

Saya rasa jika ini dilemparkan dan ini ditawarkan ke tengah-tengah kita, maka tidak ada satupun kaum muslimin yang menolaknya .

Begitu juga dengan para sahabat, karena ini tidak aib, melainkan dengan jalan yang halal.

Mereka mengatakan, "Wahai Rasullullah, kami berminat untuk pergi ke sana. Kami mau berangkat ke sana untuk mendapatkan dua unta Kaumawain setiap hari secara gratis dan halal."

Ini penghasilan halal yang begitu menggiurkan, siapa yang tidak mau?!

Begitu Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam melihat respon para sahabatnya dan melihat kesiapan mereka untuk bergegas pergi ke dua pasar unta tersebut, Nabi Shallallahu 'alaihi Wassallam kembali bersabda di hadapan mereka

"Kalau kalian berminat untuk mendapatkan dua ekor unta tersebut (dua ekor unta yang harganya kurang lebih 1 M) setiap hari, mengapa kalian tidak pergi ke masjid untuk mendapatkan dua ayat di dalam Al-Qurānul Karim agar kalian mengetahui dan membaca dua ayat dari Al-Qur'anul Karim.

Karena dua ayat yang kalian baca dan pelajari itu lebih baik (lebih mahal, lebih tinggi) nilainya di sisi Allah di banding dua unta Kaumawain.

Dan tiga ayat itu lebih baik (lebih mahal, lebih tinggi nilainya) dari tiga unta.

Dan empat ayat yang kalian pelajari, itu lebih mahal dari empat unta.

Dan begitu seterusnya... lima ayat lebih mahal dari lima unta.. enam ayat lebih mahal dari enam unta... tujuh ayat lebih mahal daripada tujuh unta... Allahu Akbar!

Bagi kita yang sedang mencari pekerjaan halal, yang ingin meningkatkan penghasilan bulanan kita, kenapa kita tidak berpikir dan merenungi hadist ini?

Mengapa kita mencari pekerjaan?

Mengapa kita mencari penghasilan yang halal?

Banyak orang mengatakan untuk masa depan.

Kalau demikian, kenapa kita tidak berpikir masa depan kita setelah kita menghembuskan nafas kita yang terakhir?

Kenapa kita tidak berpikir masa depan di alam kubur yang pasti terjadi?

Kenapa kita tidak berpikir masa depan ketika kita dibangkitkan secara atau dalam kondisi telanjang bulat, tidak memakai alas kaki, tidak membawa bekal, tanpa dikhitan?

"Pada hari kiamat itu manusia dibangkitkan dalam kondisi telanjang bulat, tidak memakai alas kaki, tidak dikhitan/disunat dan tidak membawa perbekalan apapun juga."

Bukankah itu masa depan juga?

Bahkan itulah masa depan yang hakiki, masa depan yang sejati, yang tidak mungkin kita lari darinya.

Oleh karena itu dalam hadist ini, Nabi menjelaskan bahwa keutamaan ilmu agama dan mempelajarinya itu lebih berharga (lebih mahal) daripada dunia yang selama ini kita cari, daripada lembaran-lembaran rupiah atau dollar yang selama ini kita dapatkan.

Siapa diantara kita yang mendapatkan gaji satu bulan satu miliar ? Sebagaimana yang ditawarkan Nabi Shallallahu 'alaihi Wassallam.

Untuk mendapatkan gaji bulanan 10, 20, 30 juta, orang zaman sekarang rela menempuh perjalanan dua atau tiga jam untuk sampai di kantornya, rela bermacet-macet ria, rela bekerja selama delapan jam atau di tambah dengan jam-jam lembur.

Berapa yang Anda dapat? Mungkin hanya 30 juta, 50 juta dan seterusnya. Dan itu sudah angka yang sangat fantastis pada saat ini secara umum dan 'urf di masyarakat .

Kalau demikian, kenapa kita tidak tertarik duduk di majelis taklim?

Duduk di lantai masjid untuk mempelajari tafsir Al-Qur'an dan hadist-hadist Nabi Shallallahu 'alaihi Wassallam.

Saya rasa tidak ada kajian yang durasinya delapan jam sebagaimana durasi pekerjaan kita.

Tapi ada berapa ayat yang kita dapatkan? Ada berapa ayat yang kita pelajari dan pahami?

Ternyata sepuluh ayat mungkin, ternyata lima belas ayat, ternyata dua puluh ayat.

Itu belum ditambah hadist-hadist Nabi Shallallahu 'alaihi Wassallam .

Itu lebih baik daripada unta yang satu ekornya berharga lima ratus juta.

Dan ulama kita menjelaskan; ketika Nabi Shallallahu 'alaihi Wassallam membandingkan satu ayat dengan satu unta, itu bukan berarti hanya berharga atau hanya lebih baik daripada unta.

Namun ini menunjukkan bahwa ilmu agama lebih baik dari harta dunia. Karena unta Kaumawain merupakan simbol kekayaan pada saat itu.

Sehingga tidak heran, Allah memerintahkan untuk kita bergembira pada saat kita mendapatkan Al-Qur'an, saat kita mempelajarinya, saat kita mentadaburinya .

Ingatkah kita surat Yunus ayat 58?

Ketika Allah berfirman ,

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Apa tafsir karunia dan rahmat ini?

Para ulama seperti imam Mujahid, mengatakan bahwa;

◆ Karunia dalam ayat ini bukan harta dunia, namun IMAN.
◆ Rahmat dalam ayat ini bukan fasilitas dunia, namun AL-QURĀN.

Allah perintahkan kita untuk bergembira saat kita mendapatkan iman, saat iman kita bertambah dan pada saat kita mendapatkan dan mempelajari ayat-ayat Al-Qurān, lalu kita amalkan dan kita dakwahkan.

Kenapa demikian? 

Di akhir ayat tersebut Allah jelaskan salah satu alasannya, yaitu karena Al-Qurān tdan iman tersebut itu lebih berharga (lebih mahal) daripada seluruh harta yang mereka kumpulkan.

Sehingga kita bisa meluangkan waktu setiap hari, dua belas jam, lima belas jam untuk dunia, untuk penghasilan yang halal.

Mengapa kita tidak punya waktu untuk menghabiskan beberapa jam saja sepekan mungkin sekali atau tiga hari sekali untuk mempelajari ilmu agama?

Semoga nasehat singkat ini bermanfaat untuk saya pribadi dan pemirsa sekalian.

Dan semoga kita semakin semangat untuk mempelajari ilmu agama dengan mengetahui keutamaan demi keutamaannya.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
-------------------------------------------------

Materi Tematik:
Ustadz Muhammad Nuzul Zikri,  Lc

Download audio:
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYVjdyakEzTXFjUHc/view?usp=docslist_api

Sumber:
https://youtu.be/_AU8A74flZ

1/02/2015

KONGLOMERAT MUSLIM YANG SEDERHANA & DERMAWAN

(Sulaiman Ar-Rojhi...Penggagas bank tanpa riba BANK AR-ROJHI di saudi)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Jika kita bercita-cita jadi konglomerat (he2) maka bisa menjadikan Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai model. Beberapa hal penting yang saya ketahui tentang beliau adalah: ..

1. Majalah Forbes menyebutkan kekayaannya 7,7 milyar Dollar, dan masuk daftar orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.

2. Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah ta'ala hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.

3. Sangat-sangat dermawan, memiliki Yayasan Amal “raksasa” yang menyalurkan donasinya ke berbagai Negara –sebelum dilarang pasca 11 september 2002- sulit
menghitung waqaf beliau dan jumlah masjid yang telah dibangunnya, serta donasinya untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.

4. Tidak meletakkan kekayaan di hatinya, Bahkan di masa tuanya kini beliau telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih “pakaian yang melekat di badan” dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal social dakwah Islam. Lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal.

5. Dari tetangga dan orang yang tinggal di lingkungannya disampaikan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu termasuk orang-orang yang datang paling awal ke masjid untuk sholat 5 waktu berjamaah, sehingga jika muadzin masjid telat sedikit maka sang konglomeratlah yang adzan. Bandingkan dengan konglomerat lainnya !!

6. Diantara masjid yang dibangunnya adalah Masjid Ar-Rajhi di distrik Rabwah, masjid ini terbesar ketiga setelah Masjidil Haram Mekah dan Madinah. Bisa menampung 18 ribu jamaah sholat, terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, Auditorium untuk seminar dan ceramah agama, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku (bukan judul), tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai
kajian Islam, menyediakan air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dsb. Dan saat sholat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk sholat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa ; termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja… bahasa Indonesia..

Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau, menerima amalnya, mengampuni kesalahan dan dosanya dan kita semua .…
Wallahu’alam bishshawab, ..

Ditulis oleh Ustadz Fachrudin Nu'man , Lc حفظه الله تعالى

12/05/2014

Jangan Pelit / Kikir !!

Asbabun Nuzul Surat Al Hasyr Ayat 9

Suatu waktu, Rasulullah SAW kedatangan tamu orang yang sangat tidak mampu (miskin), Rasulullah mengajak tamu tersebut ke rumah salah seorang istri beliau agar bisa dijamu selayaknya. Namun, istri Rasulullah hanya memiliki air putih dan tidak bisa menghidangkan makanan yang lain.

Rasulullah SAW kemudian membawa tamunya kepada para sahabatnya, seraya menawarkan, “Siapa saja yang memuliakan tamuku ini, akan mendapat surga.” Salah seorang sahabat yang bernama Abu Thalhah spontan menjawab, “Saya Rasulullah!” 

Ia belum sempat berpikir, apakah di rumah ada makanan atau tidak? Yang terpenting, dia  bisa menolong orang lain dan mendapatkan surga sebagaimana ditawarkan Rasulullah SAW.

Selanjutnya, tamu Rasulullah itu pun diajak ke rumahnya. Sampai di rumah, ia berkata kepada istrinya, “Muliakanlah tamu Rasulullah ini!” Istrinya menjawab, “Kita tidak punya persediaan makanan, kecuali untuk si kecil anak kita!”

Tanpa berpikir panjang, Abu Thalhah langsung mengutarakan idenya, “Siapkan makanan itu, lalu pura-puralah memperbaiki lampu penerang yang ada di rumah, dan tidurkanlah anak kita!” Ketika hari sudah gelap, tamu Rasulullah itu diajak ke tempat makan.

Istri Abu Thalhah sibuk mempersiapkan hidangan seakan-akan untuk seluruh anggota keluarganya ditambah tamu Rasulullah.

Setelah makanan dihidangkan, istri sahabat itu mendekati lampu penerang rumahnya, berpura-pura memperbaikinya, dan kemudian memadamkannya.

Tujuannya tidak lain, agar sang tamu merasa nyaman menikmati hidangan itu sendirian. Sebab, porsi makanan yang ada hanya cukup untuk satu orang.

Tamu itu menikmati hidangan yang ada dengan lahap, tanpa merasa ada yang janggal dalam jamuan makan malam itu. Dia mengira tuan rumah juga ikut makan bersamanya.

Keesokan harinya, Abu Thalhah menghadap Rasulullah SAW, ia disambut dengan senyuman, lalu beliau bersabda, “Allah tertawa (rida) dengan yang kalian lakukan berdua tadi malam.”

Hasilnya, Rasulullah rida dengan simbol berupa senyuman ketika bertemu Abu Thalhah, dan menyampaikan kabar gembira bahwa Allah pun rida dengan apa yang mereka berdua lakukan.

Setidaknya ada tiga hikmah yang bisa kita petik dari kisah yang menjadi sebab turunnya Surah al-Hasyr ayat 9 ini.

Pertama, betapa Rasulullah SAW dan Abu Thalhah sahabatnya memiliki jiwa penolong yang sangat mengagumkan sehingga dengan jiwa tersebut, keduanya tidak sempat berpikir apakah di rumahnya ada makanan yang bisa disuguhkan pada tamunya atau tidak? Yang penting memberi!

Kedua, ketika kedermawanan sudah mendarah daging dalam diri seseorang, berbagai cara bisa ia lakukan untuk tetap bisa memberi kepada orang lain, betapapun sulitnya kondisi yang sedang ia alami. 

Ketiga, orang yang dermawan tidak pernah memikirkan tentang dirinya saat hendak memberi, apa yang akan ia makan? Bagaimana nasibnya nanti ketika ia memberi apa yang dibutuhkannya kepada orang lain?

Bahkan, orang yang dermawan mungkin saja menomorduakan kebutuhan keluarganya ketika ada orang yang lebih membutuhkan.

Maka pantas jika kemudian orang yang memiliki jiwa seperti ini akan mendapat ridha Allah SWT. Dan di akhirat akan dimasukkan ke surga-Nya. Sebab, orang yang seperti ini lebih mengutamakan orang lain, atas diri mereka sendiri. 

Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr [59] : 9).

Ya Allah jauhkanlah kami dari sifat kikir ini...

Sumber