8/09/2010

(wow) keahlian khusus di film mutant terjadi juga dalam dunia nyata yang sesungguhnya!

Laura Castro [14 tahun], dulunya lahir sebagai orang normal. Namun menjelang usia 10 tahun matanya berubah menjadi putih semuanya, secara total, tidak tampak lagi bagian hitam [pupil].

Dokter spesialis mata dan ahli dari bidang lain telah meneliti kasus ini, tapi tidak ada yang mampu menjelaskan apa penyebabnya. “Para dokter mengatakan, mereka belum pernah melihat hal seperti ini,” kata ibunya, Anabel Castro.

“Puteriku dapat melihat ke mana saja dalam kondisi cahaya terang maupun gelap. Dia dengan mudah melihat tembus-pandang benda-benda padat. Keanehan matanya ini mulai muncul secara bertahap. Mata dia yang dulu cokelat berubah menjadi putih dan semakin putih, dan penglihatannya menjadi semakin tajam.”


Para ilmuwan yang meneliti masalah X-ray pada mata Laura Castro mengatakan, gadis ini bisa melihat dengan jelas menembus dinding beton, kayu, kertas, dan baja.

Kata ibunya, “Dia terbangun suatu pagi, dan dia bisa melihat tembus ke dalam tubuhnya sendiri. Dia melihat jantungnya berdetak, dia menjerit. Hal ini membuat kami takut dan panik selama beberapa bulan.”

Sejak memiliki mata putih dan tembus pandang, gadis cantik ini pun dihindari oleh teman-temannya di sekolah. Sang ibu membesarkan hatinya, “Kau spesial. Suatu hari nanti kau akan sangat terkenal.”

8/06/2010

Sistem Pendidikan Nomor 1 di Dunia.

Tahukah anda, negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Bukan Amerika dengan Harvard-nya, Bukan Inggris dengan oxford-nya, bukan Rusia, Jerman, China, India atau pun Jepang. apalagi Indonesia.. Negara itu adalah FINLANDIA ! Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.

Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi No. 1 di pentas dunia?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.

Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 tahun seorang siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi, dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
“Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri”, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, pada sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.

Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan lain sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.

Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Sangat berbeda dengan yang tejadi di sini bukan? ya mungkin beberapa institusi pendidikan sudah mulai menerapkan.
Sekarang tinggal menjadikan ini bukan hanya sekadar wacana saja, namun menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari2.

Artikel mengenai pendidikan yang menarik dari DR Rhenald Kasali

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya.

"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya.
"Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

(*) Ketua Program MM UI

Sumber: Milis Bisnis-Karir

8/03/2010

(repost) velg 14 PCD 114 model baru kinclonk!

eks pemakaian hyundai accent.

+ kondisi no retak, no peyang, paling ada lecet dikit maklumlah bekas dipake, tp gak tralu keliatan dan kalo mo mulus lagi tinggal diamplas aja.
+ bonus ban bridgestone 185/60!!
- ban saran ane ganti aja semua baru, paling yang layak pakai cuma 2.




lokasi tangerang, cod jakarta siap.
harga 1.6 jt nett!! (COD)
for fast response call 98002351!

(repost) PDA dopod 838 pro jual murah apa adanya

PDA dopod 838 pro (batangan)
+ 3G
+ qwerty keyboard
+ wifi
+ sliding model
+ camera 2 Mp (depan belakang)
+ memorycard 1 Gb
- standby battery 1 hari
- casing jelek
- keypad yg diluar gak berfungsi, keyboard dalemnya normal
- touchscreen wkt posisi horizontal agak bergeser sedikit, klo posisi vertical normal
* tapi overall tetep bisa digunakan & dpake dlm kondisi tsb sampe skrng, cuma klo mo lebih enak ya kudu dibenerin minus2nya diatas.




600rb nett!! (include ongkir)
for fast response call 98002351

8/01/2010

(urgent!) ticket couple belle & sebastian only for 500k!!



KAGAK PAKE BASA-BASI LAGI GAN.. jual cepet.

trpaksa ngejual rugi krn mendadak nyonya sakit, ane harus dampingin yg ngebuat gak bisa hadir. :(

voucher resmi dari rajakarcis tinggal tuker jd tiket asli pas h-1.

harga udh net. cepet2an aja ya.. COD jakarta

call:98002351.

7/20/2010

Daftar Gaji Fresh Graduate

Di bawah ini beberapa hasil memata2i rata2 standar gaji 2009-2010 (basic salary) utk fresh grad di beberapa company, mohon maaf jika ada data yg tidak lagi valid harap maklum karena data ini berasal dr berbagai sumber yg mungkin juga berasal dari data tahun sebelumnya. Tp paling tidak kisarannya bisa kita jadikan acuan. Semoga bermanfaat bagi rekan semua.

*Kantor Akuntan Publik:*
Pricewaterhouse Coopers = 3,5jtan
Ernst & Young = 3jtan
KPMG = 2,75jtan
di Akuntan publik rata2 banyak lembur (biasanya 20 rb/jam) ini yang bikin
payroll akhir bulan mungkin besar. Jadi THP rata2 akuntan publik antara
6-8juta

*Manufacturing*
MT Unilever =7-8
P&G =6-7
Nestle= 5-6
DANONE=5-6
Jonshon&Jonshon= 4-5

*Banking*
Mandiri ODP = Februari 2009 3,3j cuman denger2 batch Juni ini udah 3,8jtan
PPE Bank Niaga = 3,5jtan
MDP BCA =3,75jtan
GMAP PermataBank = 5jtan
RMT HSBC = 6-7jtan
International Graduate Standard Chartered =6-7jtan
CTO (MT local) Stanchart = 5-6jtan nett
BRI = 2,7an tapi bonus 8 x gaji setahun, so total dlm setahun bisa terima
21x gaji
BNI: 3.2an waktu training itu 75% dari gaji

*Oil & Mining*
Total E&P 12jtan
Conoco Philips 12jtan
BP = 12jtan
Pertamina = BPS: 8jtan
Pertamina Hulu = 10jtan
LNG 12juta an
Haliburton = 10jtan
Exxon = 10jtan
CNOOC = 9-10jtan
schlumberger = Jakarta 9jtan
Mcdermott (Jkt base) =
10jtan
Kodeco : 9-10jtan jkt base. utk penempatan di field
(onshore) dpt tambahan 60% x basic utk schedule 2-2, 80-85% x basic utk
schedule 2-1. Tambhan 15% lagi utk karyawan yg ditugaskan
dioffshore
Chevron: 15jtan

KPC = 10 jtan dapat tiket Pulang pergi naik pesawat mereka kl pingin cuti
PAMA = 6jutaan tiket pulang dibayarin standar garuda
Freeport: 5juta + tunjangan 40% dari gaji + tunjangan laen jadi total
9-12jtan
THiess: 8juta
Pupuk Kaltim = 6juta
PT Badak=12juta enginee, 10juta untuk non engginer
petrokimia gresik fresh grad 6 bulan pertama (masa training) 4,3

*Sekuritas*
MT Danareksa 4,5 S1 tapi disesuikan berdasarkan jenjang pendidikan S1, S2
dll

*Consulting*
Accenture 4-5jtan + allowance 300 rb/hari
McKinsey 8-9jtan, masih dapet OT so THP gede banget
AT Kearney 15-17 juta, ga ada uang lembur lagi

*Telecommunication*
Indosat = 5
XL = 5.5
Telkomsel = 4an setahun 23x
Telkom = Dijawa 3.8 di luar jawa 5juta dan sama 23x setahun

*BUMN lainnya*
PLN = 3.8an setahun 18x gaji
ANTAM=8juta- an

*Rokok*
Sampoerna = 5.5jtan untuk supervisor area dan 8 untuk GI 17x setahun dapat
uang pulsa (max 700ribu/bulan) , mobil dinas ama BBM ditanggung
Djarum = 5jutaan untuk fresh

*Departemen: *
BI: 9-10juta perbulan
Depkeu: 6-8juta perbulan (untuk pajak&beacukai) lainnya 4.5juta/bulan
BPK: 5-6perbulan
Sekretaris negara: 3-5juta

*Lain lain*
Kompas gramedia, fresh graduate 3-4jt. bonus 2 x setahun 2x gaji. thr 1 x
gaji natal & lebaran
Sumber : Dari berbagai sumber

Sumber : http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate