5/09/2018

ALLAH MENCINTAI MU

Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

*_“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.”_*
```(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)```

Dari _Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya_ berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

_*“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?”*_

Beliau _shallallahu ‘alaihi wasallam_ menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

_*“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”*_
```(HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)```

*Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah* merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang *tidak kita ketahui* di balik musibah tersebut. Maka *bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi.* Sesungguhnya *para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah* sebagaimana yang kita peroleh.

*💔 Kenapa Kita Harus Bersedih, Mengeluh dan Marah?⚡*

Bahkan orang sholeh dahulu *-sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-,* mereka malah memperoleh ujian lebih berat.

Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut,
Al Manawi _rahimahullah_ mengatakan,
*“Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan.*

*Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya _Nabi Allah Yahya bin Zakariya,_ terbunuhnya _tiga Khulafa’ur Rosyidin,_ terbunuhnya _Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir._*

*Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah _Abu Hanifah_ yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, _Imam Malik_ yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga _lepaslah bahunya,_ begitu juga kisah _Imam Ahmad_ yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. Dan masih banyak kisah lainnya.”*
```(Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)```

*Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan..*

*Ya Allah..*
*Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu..*
*________________________________*

*_✒Ustadz Azhar Khalid bin Seff, MA_*

*📖 Sumber Rujukan Utama :*
```[Syarh Qowaidil Arba, Syaikh Sholih bin ‘Abdillah Al Fauzan]```

2/28/2018

Cinta buta anak

Dari Khaulah binti Hukaim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari rumah sedang menggendong salah seorang cucunya, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

والله إنَّكُمْ لَتُبَخِّلُوْنَ وَتُجَبِّنُوْنَ وَتُجَهِّلُوْنَ وَ إنَّكُمْ لَمِنْ رَيْحَانِ الله.

Dan demi Allah, sesungguhnya kalian membuat bakhil, membuat pengecut dan membuat bodoh (orang tua). Dan kalian laksana bunga raihan karunia dari Allah. (HR.Ahmad, 2/409 dan Tirmidzi, 1910)

Ada beberapa komentar ulama tentang makna hadits di atas. Zamakhsyary berkata, ”Anak menjatuhkan orang tua kepada sifat bakhil dalam masalah harta benda dengan alasan masa depan anak. Orang tua menjadi bodoh karena sibuk mengurus anak hingga lalai mencari ilmu. Orang tua menjadi pengecut hingga takut terbunuh, khawatir nanti anaknya terlantar. Dan orang tua dibuat sedih karena berbagai masalah dan problem yang timbul dari anak. Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Kalian laksana bunga raihan karunia dari Allah”, karena orang tua mencium dan memeluk anak, bagaikan mencium bunga raihan yang ditumbuhkan Allah.” (Manhaj Tarbawiyyah Nubuwah Lithafal, 198)

1/21/2018

MERAIH KELAPANGAN HATI

Setiap orang pasti ingin bahagia, ingin hidup tenang dan tentram, namun terkadang muncul masalah yang sulit sehingga hati menjadi risau, galau dan sempit.

Sebagian orang mengukur kebahagian itu dengan timbangan nilai fisik; kekayaan, atau pangkat dan jabatan.

Namun hakikatnya kebahagiaan dan kelapangan hidup itu bersumber dari kelapangan hati bukan kelapangan harta.

Jeruji besi tidak bisa merampas kelapangan hati seseorang.

Berapa banyak orang yang bebas, namun terasa sempit bagaikan di dalam bui,  namun berapa banyak orang yang dipenjara, akan tetapi dia bahagia dan hatinya lapang dan tentram.

Lihatlah Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah, meskipun dipenjara,  namun hatinya bahagia,  hatinya lapang.

Kok bisa ya❓

Bagaimana caranya agar hati bisa lapang❓

🌷Simak Petuah dari Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah

🌴Sebab terbesar yang membuat hati lapang adalah:

❶ At-Tauhid: hidayah dan tauhid adalah penyebab terbesar kelapangan hati.

❷ Al-Ilmu: karena sesungguhnya ilmu syar'i itu melapangkan hati dan meluaskannya sehingga hati menjadi lebih luas dari pada dunia.

❸ Al-Inàbah (bertaubat dan kembali) kepada Allah Ta’ala : mencintaiNya di hatinya seutuhnya, menghadap kepadaNya dan merasa nikmat dalam beribadah kepadaNya.

❹ Senantiasa berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan dan setiap tempat, maka dzikir memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan hati dan kebahagiaan hati.

❺ Berbuat ihsan (baik) kepada makhluk dan memberikan manfaat kepada mereka semaksimal mungkin: yaitu dengan harta, kedudukan, dan manfaat dengan harta dan berbagai jenis Ihsan (kebaikan).

❻ Keberanian: karena keberanian itu menyebabkan kelapangan hati, luasnya perut (dada-pent.)dan luasnya hati. Dan penakut adalah manusia yang paling sempit dada dan hatinya.

❼ Mengeluarkan keburukan hati, yaitu dengan mengeluarkan sifat-sifat tercela.

❽ Meninggalkan berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengar dan bergaul, karena sesungguhnya berlebihan dalam hal ini akan mengakibatkan rasa sakit, kesedihan dan kegundahan di hati. (Zàd Al-Ma'àd, 2/32).

Demikian semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam

✍ Ustadz Agus Santoso, B.A., M.P.I
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐

Tertawa

Bakr bin Abdullah al-Muzani Rahimahullah berkata :

عن بكر بن عبد الله المزني، قال: من يأت الخطيئة وهو يضحك دخل النار وهو يبكي

“Barangsiapa melakukan kesalahan dalam keadaan tertawa, maka dia akan masuk neraka dalam keadaan menangis.” (Hilyatul Auliya 6/185)
Teguran bagi orang yang bangga dengan perbuatan dosanya..

Tertawa saat menggibah

Tertawa saat berdusta

Tertawa saat mengadu domba

Tertawa saat melakukan dosa

Tertawa saat menyakiti teman dan tetangga. 

Ini merupakan pemandangan yang lazim kita saksikan.. 

Mengapa engkau tertawa? Padahal Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menangis saat mengingat akan menjadi saksi atas kesalahan-kesalahanmu di hadapan Allah…

Semoga kita diselamatkan dari adzab an-naar (neraka).

12/21/2017

Mengambil pendapat Ulama

Sulaiman At-Taimi rahimahullaah berkata:

لَوْ أَخَذْتَ بِرُخْصَةِ كُلِّ عَالِمٍ أَوْ زَلَّةِ كُلِّ عَالِمٍ؛ اجْتَمَعَ فِيْكَ الشَّرُّ كُلُّهُ

“Andai engkau mengambil pendapat yang mudah-mudah saja dari para ulama, atau mengambil setiap ketergelinciran dari pendapat para ulama, pasti akan terkumpul padamu seluruh keburukan.” [Diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya, 3172]

Rahasia Ikhlas

Al-Junaid bin Muhammad rahimahullah berkata:

"Ikhlash merupakan rahasia antara Allah dan hamba, tidak diketahui oleh malaikat untuk ditulis, tidak diketahui oleh setan untuk dirusak, dan tidak pula diketahui oleh hawa nafsu untuk dipalingkan."

📚 Madarijus Salikin, jilid 2 hlm. 92

12/17/2017

Manfaat Duduk dengan Orang Sholeh

👤 Imam Ibnul Qoyyim _rahimahullah Ta'ala_ berkata :

"مجالسة الصالحين تحولك من ستة إلى ستة :
1- من الشك إلى اليقين،
2- ومن الرياء إلى الإخلاص،
3- ومن الغفلة إلى الذكر،
4- ومن الرغبة في الدنيا إلى الرغبة في الآخرة،
5- ومن الكبر إلى التواضع،
6- ومن سوء النية إلى النصيحة.
رزقنا الله وإياكم الصحبة الصالحة."

"Duduk bersama orang-orang baik itu akan merubahmu dari 6 hal kepada 6 hal;

1. Dari keragu-raguan kepada keyakinan,
2. ‎Dari suka riya' kepada keikhlasan,
3. ‎Dari kelalaian kepada mengingat,
4. ‎Dari cinta dunia kepada cinta akhirat,
5. ‎Dari sombong kepada tawadhu',
6. ‎Dari niat yang jelek kepada nasihat.

Semoga Allah menganugerahi kita teman-teman yang baik."

📚[Kitab Ighotsah al-Lahfan: 1/136