2/28/2018

Cinta buta anak

Dari Khaulah binti Hukaim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari rumah sedang menggendong salah seorang cucunya, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

والله إنَّكُمْ لَتُبَخِّلُوْنَ وَتُجَبِّنُوْنَ وَتُجَهِّلُوْنَ وَ إنَّكُمْ لَمِنْ رَيْحَانِ الله.

Dan demi Allah, sesungguhnya kalian membuat bakhil, membuat pengecut dan membuat bodoh (orang tua). Dan kalian laksana bunga raihan karunia dari Allah. (HR.Ahmad, 2/409 dan Tirmidzi, 1910)

Ada beberapa komentar ulama tentang makna hadits di atas. Zamakhsyary berkata, ”Anak menjatuhkan orang tua kepada sifat bakhil dalam masalah harta benda dengan alasan masa depan anak. Orang tua menjadi bodoh karena sibuk mengurus anak hingga lalai mencari ilmu. Orang tua menjadi pengecut hingga takut terbunuh, khawatir nanti anaknya terlantar. Dan orang tua dibuat sedih karena berbagai masalah dan problem yang timbul dari anak. Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Kalian laksana bunga raihan karunia dari Allah”, karena orang tua mencium dan memeluk anak, bagaikan mencium bunga raihan yang ditumbuhkan Allah.” (Manhaj Tarbawiyyah Nubuwah Lithafal, 198)

1/21/2018

MERAIH KELAPANGAN HATI

Setiap orang pasti ingin bahagia, ingin hidup tenang dan tentram, namun terkadang muncul masalah yang sulit sehingga hati menjadi risau, galau dan sempit.

Sebagian orang mengukur kebahagian itu dengan timbangan nilai fisik; kekayaan, atau pangkat dan jabatan.

Namun hakikatnya kebahagiaan dan kelapangan hidup itu bersumber dari kelapangan hati bukan kelapangan harta.

Jeruji besi tidak bisa merampas kelapangan hati seseorang.

Berapa banyak orang yang bebas, namun terasa sempit bagaikan di dalam bui,  namun berapa banyak orang yang dipenjara, akan tetapi dia bahagia dan hatinya lapang dan tentram.

Lihatlah Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah, meskipun dipenjara,  namun hatinya bahagia,  hatinya lapang.

Kok bisa ya❓

Bagaimana caranya agar hati bisa lapang❓

🌷Simak Petuah dari Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah

🌴Sebab terbesar yang membuat hati lapang adalah:

❶ At-Tauhid: hidayah dan tauhid adalah penyebab terbesar kelapangan hati.

❷ Al-Ilmu: karena sesungguhnya ilmu syar'i itu melapangkan hati dan meluaskannya sehingga hati menjadi lebih luas dari pada dunia.

❸ Al-Inàbah (bertaubat dan kembali) kepada Allah Ta’ala : mencintaiNya di hatinya seutuhnya, menghadap kepadaNya dan merasa nikmat dalam beribadah kepadaNya.

❹ Senantiasa berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan dan setiap tempat, maka dzikir memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan hati dan kebahagiaan hati.

❺ Berbuat ihsan (baik) kepada makhluk dan memberikan manfaat kepada mereka semaksimal mungkin: yaitu dengan harta, kedudukan, dan manfaat dengan harta dan berbagai jenis Ihsan (kebaikan).

❻ Keberanian: karena keberanian itu menyebabkan kelapangan hati, luasnya perut (dada-pent.)dan luasnya hati. Dan penakut adalah manusia yang paling sempit dada dan hatinya.

❼ Mengeluarkan keburukan hati, yaitu dengan mengeluarkan sifat-sifat tercela.

❽ Meninggalkan berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengar dan bergaul, karena sesungguhnya berlebihan dalam hal ini akan mengakibatkan rasa sakit, kesedihan dan kegundahan di hati. (Zàd Al-Ma'àd, 2/32).

Demikian semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam

✍ Ustadz Agus Santoso, B.A., M.P.I
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐

Tertawa

Bakr bin Abdullah al-Muzani Rahimahullah berkata :

عن بكر بن عبد الله المزني، قال: من يأت الخطيئة وهو يضحك دخل النار وهو يبكي

“Barangsiapa melakukan kesalahan dalam keadaan tertawa, maka dia akan masuk neraka dalam keadaan menangis.” (Hilyatul Auliya 6/185)
Teguran bagi orang yang bangga dengan perbuatan dosanya..

Tertawa saat menggibah

Tertawa saat berdusta

Tertawa saat mengadu domba

Tertawa saat melakukan dosa

Tertawa saat menyakiti teman dan tetangga. 

Ini merupakan pemandangan yang lazim kita saksikan.. 

Mengapa engkau tertawa? Padahal Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menangis saat mengingat akan menjadi saksi atas kesalahan-kesalahanmu di hadapan Allah…

Semoga kita diselamatkan dari adzab an-naar (neraka).

12/21/2017

Mengambil pendapat Ulama

Sulaiman At-Taimi rahimahullaah berkata:

لَوْ أَخَذْتَ بِرُخْصَةِ كُلِّ عَالِمٍ أَوْ زَلَّةِ كُلِّ عَالِمٍ؛ اجْتَمَعَ فِيْكَ الشَّرُّ كُلُّهُ

“Andai engkau mengambil pendapat yang mudah-mudah saja dari para ulama, atau mengambil setiap ketergelinciran dari pendapat para ulama, pasti akan terkumpul padamu seluruh keburukan.” [Diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya, 3172]

Rahasia Ikhlas

Al-Junaid bin Muhammad rahimahullah berkata:

"Ikhlash merupakan rahasia antara Allah dan hamba, tidak diketahui oleh malaikat untuk ditulis, tidak diketahui oleh setan untuk dirusak, dan tidak pula diketahui oleh hawa nafsu untuk dipalingkan."

📚 Madarijus Salikin, jilid 2 hlm. 92

12/17/2017

Manfaat Duduk dengan Orang Sholeh

👤 Imam Ibnul Qoyyim _rahimahullah Ta'ala_ berkata :

"مجالسة الصالحين تحولك من ستة إلى ستة :
1- من الشك إلى اليقين،
2- ومن الرياء إلى الإخلاص،
3- ومن الغفلة إلى الذكر،
4- ومن الرغبة في الدنيا إلى الرغبة في الآخرة،
5- ومن الكبر إلى التواضع،
6- ومن سوء النية إلى النصيحة.
رزقنا الله وإياكم الصحبة الصالحة."

"Duduk bersama orang-orang baik itu akan merubahmu dari 6 hal kepada 6 hal;

1. Dari keragu-raguan kepada keyakinan,
2. ‎Dari suka riya' kepada keikhlasan,
3. ‎Dari kelalaian kepada mengingat,
4. ‎Dari cinta dunia kepada cinta akhirat,
5. ‎Dari sombong kepada tawadhu',
6. ‎Dari niat yang jelek kepada nasihat.

Semoga Allah menganugerahi kita teman-teman yang baik."

📚[Kitab Ighotsah al-Lahfan: 1/136

12/15/2017

Tanda Kebaikan

Sebahagian orang mengira, bahwa ketika bertambah kuantitas dari harta dan keturunannya, adalah indikasi kebaikan untuknya, padahal hal itu belum tentu. Karena ketika kita membaca dan menela'ah, Al-Qu'anul karim, maupun Al-hadits an-nabawiah ash shohihah, niscaya tidak akan kita temukan sepotong pun ayat dan hadits yang memuji dan menyanjung dunia.

Namun hakikat kebaikan yang SEJATI adalah semakin bertambahnya kuantitas dan kualitas ilmu, akhlak, ibadah, syukur dan istighfar kepada Allah Dzul Jalali wal Ikram.

🏷 Abu Darda radiyallahu anhu menuturkan :
"Kebaikan itu bukan dengan semakin bertambahnya harta dan putra-putri anda, namun kebaikan adalah anda semakin santun, bertambah ilmu, menyeru manusia agar beribadah kepada Allah,  jika berbuat baik, anda memuji Allah, dan jika berbuat jelek, anda memohon ampunan Allah"

📚Tarikh Dimasyq : 47/158.